Bali
Panduan Menikmati
Pagi yang Santai di Bali
Oleh Ratna Kusuma · 14 Mei 2026 · 6 menit baca
Ada satu jenis pagi yang seolah hanya ada di sini — santai, hangat di setiap sudutnya, beraroma kopi dan bunga kamboja. Ini adalah panduan kami untuk menemukannya, satu sarapan santai dalam satu waktu.
Mengapa Kami Memasak untuk Pagi yang Santai
Bali punya caranya sendiri untuk mengatur ulang ritme sebuah hari. Ayam jantan menandai jam-jam awal, cahaya melembutkan segala yang disentuhnya, dan jarang ada alasan untuk terburu-buru. Kami ingin layanan sarapan kami menghormati ritme itu, bukan melawannya — sehingga tidak ada satu pun menu pagi yang dirancang untuk disantap cepat.
Sebaliknya, hidangan dibuat untuk dinikmati berlama-lama: sajian berbagi, kopi yang diseduh perlahan, pastry yang lebih baik disuwir daripada dipotong. Ini bukan sekadar hidangan, melainkan sebuah undangan untuk tinggal sedikit lebih lama dari rencana.
Menyusun Menu Sarapan
Setiap hidangan di menu sarapan kami dimulai dari satu pertanyaan: apa yang sebenarnya ingin kami santap pada pagi santai kami sendiri? Begitulah Coconut Pandan Pancakes tercipta — hidangan yang dibangun di sekitar isi ulang kopi yang berlama-lama, bukan sekadar gigitan cepat sebelum bekerja.
Memadukan yang Lokal dan yang Familiar
Kami memadukan format sarapan yang familiar — croissant, hidangan telur, pancake — dengan cita rasa khas Bali: pandan, gula aren, sambal, dan kunyit. Menu ini dirancang untuk terasa nyaman sekaligus khas tempat Anda berada.
Buah Musiman, Selalu
Apa pun yang paling matang di pasar membentuk hidangan buah dan pastry kami setiap minggunya — mangga, buah naga, markisa, atau salak, tergantung musimnya.
“Sarapan yang baik seharusnya terasa seperti izin untuk melambat — bukan tugas yang harus diselesaikan sebelum hari dimulai.”
Ritual Kopi
Program kopi kami bermula di dataran tinggi Kintamani, tempat petani skala kecil menanam biji kopi di tanah vulkanik pada ketinggian. Kami menyangrai dalam batch kecil dan mendorong layanan pour-over bagi tamu yang ingin menyaksikan prosesnya langsung di meja.
Lebih lambat dari sekadar menyeduh espresso cepat — dan itu memang disengaja. Ritual ini adalah bagian dari pagi, bukan sebuah gangguan terhadapnya.
Di Mana dan Kapan Sebaiknya Duduk
Datanglah sebelum pukul 8 pagi untuk meja teras yang tenang dan cahaya paling lembut. Menjelang siang, ruangan dipenuhi campuran orang yang bangun pagi, pekerja jarak jauh, dan wisatawan yang memperpanjang sarapan menjadi brunch — persis suasana yang kami harapkan untuk dibangun.
Ratna Kusuma
Ratna memimpin pengembangan sarapan dan pastry di Floca Feny, terinspirasi dari resep keluarga di dapur neneknya di Ubud.
Lanjut Membaca
Cerita Terkait
Di Balik Bar: Kisah Koktail Andalan Kami
Bahan, teknik, dan cerita di balik racikan favorit para tamu.
Bahan Lokal yang Kami Cintai
Melihat lebih dekat ladang, perairan, dan petani di balik menu kami.
Bagaimana Kami Memilih Kopi Spesialti Kami
Perjalanan ke dataran tinggi Kintamani, tempat biji kopi kami bermula.